PUNCAK ACARA HKN KE-51 KUKAR ” TAMPILKAN SENDRATARI GERAKAN NIKAH SEHAT ”

Sambutan Kepala Dinas Kesehatan

TENGGARONG : Hari ini merupakan puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-51 di Kutai Kartanegara, bila kita refleksikan pada keberhasilan pembangunan kesehatan maka sampai saat ini beberapa prestasi bidang kesehatan sudah diraih, Puskesmas Kahala sebagai puskesmas berprestasi kategori terpencil tingkat nasional, sebanyak 14 puskesmas sudah bersertifikasi ISO, dan 21 puskesmas sudah dinyatakan berstatus BLUD. Hal ini disampaikan Koentijo Kadinkes saat memberikan sambutan puncak acara HKN di Dinas Kesehatan (14/11).

Namun disamping keberhasilan tersebut, ternyata masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam mengatasi persoalan kesehatan terutama dalam penurunan kematian ibu dan bayi yang sampai saat ini masih menjadi pekerjaan berat bagi jajaran kesehatan. Pada momen puncak tersebut, koentijo melaporkan hasil kegiatan seluruh rangkaian acara HKN mulai dari kegiatan lomba, bakti sosial dan pelayanan kesehatan gratis.

Selanjutnya Plt Sekda yang hadir pada peringatan tersebut mengatakan, sesuai dengan tema HKN ke-51 tahun ini adalah ” Generasi Cinta Sehat ” maka sudah sewajarnya peringatan ini menjadi momentum untuk melihat capaian target-target dalam pembangunan kesehatan. Ia melanjutkan bahwa setiap orang ketika ingin sehat selain harus bersih secara fisik juga harus bersih hatinya.


Sambutan Sekda Kukar (Foto: )

Acara puncak HKN ini menampilkan berbagai pagelaran mulai dari dance cuci tangan, lipsing, tarian kreatif, dan sendratari Gerakan Nikah Sehat. Selain itu juga diisi dengan pemberian hadiah lomba dan penghargaan kepada jajaran kesehatan serta masyarakat. Mulai dari pembagian hadiah dan penghargaan lomba penyuluhan anak sekolah, lomba dance cuci tangan, lomba bumil sehat dan cerdas, lomba posyandu, lomba film pendek kesehatan, lomba mading puskesmas, dan puskesmas dengan website teraktif.

Dari seluruh rangkaian acara puncak HKN, Sendratari Gerakan Nikah Sehat yang menarik untuk disimak. Dalam drama tari tersebut menceritakan ada sepasang kekasih yang sepakat akan menikah, mereka sepakat mendatangi kantor KUA untuk mendaftarkan dirinya, namun sesampai disana mereka diminta mendatangi puskesmas untuk mendapatkan pelayanan konseling sehat pra nikah, vaksin calon pengantin, pendataan catin dan keluarganya. Setelah itu mereka kembali ke KUA untuk dilakukan proses pernikahan. Inilah tahap awal dalam gerakan nikah sehat.


Sendratari Gerakan Nikah Sehat (Foto: )

Tahap selanjutnya dalam drama tersebut, ketika pasangan pengantin baru sudah mulai hamil maka secara aktif puskesmas menghubungi pasangan tersebut agar memeriksanakan kehamilannya secara berkala dan melahirkannya di tenaga kesehatan dan sekaligus diberikan Buku KIA sebagai pedoman kesehatan ibu dan bayinya.

Inilah makna dari sendratari tersebut, setiap catin yang akan menjadi pastin selalu di pantau terkait perkembangan si ibu ketika menuju proses kehamilan dan persalinan yang sehat.

Imam Pranawa, Kepala Bidang Binkesmas, berharap bahwa Gerakan Nikah Sehat yang sudah dimulai dari Kecamatan Sebulu dan menjadi Quick Wins Dinas Kesehatan pada tahun ini akan diperluas gerakannya tahun mendatang menjadi lima puskesmas yaitu Muara Badak, Badak Bary, Muara Jawa, Samboja dan Handil Baru.
(waa)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*