PERTEMUAN PENINGKATAN KUALITAS DATA DAN INFORMASI PUSKESMAS ” TERAPKAN SIMKES ONLINE 2016 ”

FOTO bersama petugas koordinator Data Puskesmas

Tenggarong : Dinas Kesehatan saat ini sudah mengembangkan Sistem Komunikasi Data Kesehatan elektronik yaitu Simpus Rawat jalan dan Gizi KIA. Namun sistem ini masih menggunakan jalur offline yang mempunyai banyak kendala dan disisi lain esensi datanya belum mewakili semua program. Disamping itu masih dijumpai kuantitas data yang tidak sesuai dengan kondisi dilapangan yang dapat menimbulkan polemik pada saat membuat kebijakan selanjutnya, Ujar Koentijo Kadinkes Kukar saat membuka acara Pertemuan Peningkatan Kualitas data dan Informasi bagi petugas Kukar di Hotel Litza Tenggarong (9/11).

Lanjutnya, ia berharap petugas pengelola data puskesmas harus kritis dan menyortir data dari program yang akan diinput sebelum menjadi informasi. Petugas tersebut harus memahami bila mendapatkan data dari program terkait penyakit-penyakit yang menimbulkan wabah, penyakit yang muncul kembali setelah sekian lama dinyatakan hilang dan penyakit-penyakit yang berpotensi KLB.

Pertemuan yang dihadiri oleh 32 petugas koordinator data puskesmas akan membahas tentang berbagai hal terkait data yang ada di puskesmas dan jaringannya. Weldy selaku penanggung jawad komunikasi data Dinas Kesehatan mengatakan, bahwa sampai bulan Oktober laporan data simpus 32 puskesmas hanya 50% artinya separuh puskesmas belum mengirim laporan tersebut sampai bulan yang sudah ditentukan.


Nara sumber Dinas Kesehtan (Foto: )

Beberapa faktor yang menjadi penyebab kendala dalam laporan tersebut adalah kurang aktif dan rutinnya petugas dalam melakukan input data, kendala software antara puskesmas dan dinas kesehatan, kendala jaringan internet dan kendala jaringan LAN yang ada di puskesmas.

Menanggapi hal ini, Weldy menjelaskan untuk mengatasi kondisi tersebut, pihaknya sudah menyiapkan design software sistem informasi berbasis online yang akan diujicobakan pada Tahun 2016 untuk tiga puskesmas di kecamatan Tenggarong. Design tersebut akan lebih memudahkan puskesmas untuk mengakses software simpus tanpa kendala kerusakan aplikasi, namun dibutuhkan jaringan internet yang memadai untuk dapat melakukan input dan mengirim data. Pihaknya yakin bila diterapkan akan mengurangi kendala dalam komunikasi data tersebut, namun yang lebih penting petugas koordinator data harus rutin melakukan input data secara berkala, tegasnya.


Nara sumber ICPC versi 2 dan ICD 10 (Foto: )

Persoalan lain yang tidak kalah pentingnya adalah kode diagnosis penyakit yang ada didalam software simpus saat ini ternyata banyak tidak sesuai dengan kondisi pasien dipuskesmas. Dari hasil analisa ternyata kumpulan kode diagnosis menggunakan ICD versi 10 yang lebih cocok digunakan untuk kasus di rumah sakit sedangkan di puskesmas lebih sesuai menggunakan ICPC Versi 2 namun tetap di padukan dengan ICD versi 10.

Weldy menjelaskan terkait dengan hal tersebut, bahwa mulai awal Tahun 2016 nanti kumpulan kode diagnosis ICD 10 yang sudah ditanamkan pada software masing-masing puskesmas akan diganti dengan ICPC versi 2 yang terbaru, sehingga akan lebih memudahkan petugas puskesmas menentukan jenis keluhan / diagnosa pasien di puskesmas. ICPC versi 2 ini juga akan ditanamkan pada design simpus online yang baru.Kesepakatan dan Rencana Tindak Lanjut setelah pertemuan

Pertemuan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut menyepakati beberapa hal yaitu peserta melaporkan hasil pertemuan kepada kepala puskesmas, peserta sepakat membuat email group khusus untuk komunikasi data simpus, sehingga arus data hanya boleh menggunakan email tersebut, peserta sepakat meningkatkan kerja sama dengan lintas program dan mengoptimalkan fungsi website atau media sosial lainnya dan puskesmas mulai melakukan sosialisasi menu diagnosis ICPC dilingkungan staf puskesmas sebelum diterapkan pada tahun mendatang.

Dari hasil evaluasi Simpus rawat jalan sudah lebih banyak aktif sedangkan simpus Gizi KIA sampai saat ini masih optimal.

Penyakit-penyakit yang sudah hilang di Indonesia Bila muncul maka perlu dicek
Indikasi penyakit yang berbahaya
Peningkatan kualitas data , bagaimana menyortir data sebelum menjadi informasi
Kaki gajah
TBC

(WAA)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*